Tampilkan postingan dengan label IPA #SMP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPA #SMP. Tampilkan semua postingan

DAMPAK KEPADATAN PENDUDUK

 DAMPAK KEPADATAN PENDUDUK
1.    Ketersediaan Pangan
                 Manusia sebagai mahkluk hidup  membutuhan makanan .Dengan bertambahnya jumlah                        populasi manusia atau penduduk, maka  jumlah kebutuhan makanan yang diperlukan juga semakin                banyak.Pertumbuhan penduduk yang  tidak diimbangi dengan peningkatan  produksi  pangan dapat              menyebabkan kekurangan makanan . Ketidakseimbangan  antara bertambahnya  penduduk   dengan            bertambahnya   produksi pangan sangat mempengaruhi kualitas hidup manusia.Akibatnya , penduduk            dapat kekurangan gizi, sehingga menyebabkan daya tahan tubuh seseorang rendah dan mudah terkena          penyakit

2.   Ketersediaan Perumahan/ Pemukiman dan Lahan Pertanian
                Peningkatan populasi manusia atau meningkatnya
      jumlah penduduk menyebabkan tingkat kepadatan  semakin tinggi . Di sisi lain ,luas tanah atau lahan               tidak bertambah. Kepadatan penduduk dapat mengakibatkan tanah pertanian semakin berkurang karena       digunakan untuk pemukiman penduduk.

3.   Ketersediaan Air Bersih/ Lingkungan Bersih
                Pertambahn penduduk akan menyebabkan bertambahnya kebutuhan air bersih. Hal ini                         menyebabkan persediaan air bersih menurun.
      Pertambahan penduduk juga menyebabkan makin meningkatnya limbah rumah tangga, dan akan                   mengakibatkan pencemaran lingkungan.
                
4.   Pendidikan
                Tingkat pendidikan menurun dan biaya pendidikan meningkat. Banyaknya orangtua yang tidak             mampu menyekolahkan anaknya dikarenakan kepadatan populasi dan menyulitkan dia untuk bekerja             menafkahi keluarganya.

5.   Lapangan Pekerjaan
               Pertambahan penduduk dapat mengurangi lapangan kerja sehingga jumlah pengangguran                     bertambah

6.   Keamanan/ Kriminalitas
                Kepadatan penduduk dapat meningkatkan angka Kriminalitas karena pengangguran semakin               banyak

ARTIKEL TENTANG SUAKA MARGASATWA

SUAKA MARGASATWA
Suaka margasatwa [Suaka: perlindungan; Marga: turunan; satwa: hewan] adalah Hutan suaka alam yang ditetapkan sebagai suatu tempat hidup margasatwa yang mempunyai nilai khas bagi ilmu pengetahuan dan kebudayaan serta merupakan kekayaan dan kebanggaan nasional.

Upaya pengawetan kawasan Suaka Margasatwa dilaksanakan dalam bentuk kegiatan :
         1. perlindungan dan pengamanan kawasan
         2. inventarisasi potensi kawasan
         3. penelitian dan pengembangan yang menunjang pengawetan.
         4. pembinaan habitat dan populasi satwa

Pembinaan habitat dan populasi satwa, meliputi kegiatan :
         1. pembinaan padang rumput
         2. pembuatan fasilitas air minum dan atau tempat berkubang dan mandi satwa
         3. penanaman dan pemeliharaan pohon-pohon pelindung dan pohon-pohon sumber makanan satwa
         4. penjarangan populasi satwa
         5. penambahan tumbuhan atau satwa asli, atau
         6. pemberantasan jenis tumbuhan dan satwa pengganggu.

Beberapa kegiatan yang dilarang karena dapat mengakibatkan perubahan fungsi kawasan Suaka Margasatwa alam adalah :
        1. melakukan perburuan terhadap satwa yang berada di dalam kawasan
        2. memasukan jenis-jenis tumbuhan dan satwa bukan asli ke dalam kawasan
        3. memotong, merusak, mengambil, menebang, dan memusnahkan tumbuhan dan satwa dalam dan dari             kawasan
        4. menggali atau membuat lubang pada tanah yang mengganggu kehidupan tumbuhan dan satwa dalam           kawasan, atau
        5. mengubah bentang alam kawasan yang mengusik atau mengganggu kehidupan tumbuhan dan satwa

Larangan juga berlaku terhadap kegiatan yang dianggap sebagai tindakan permulaan yang berkibat pada perubahan keutuhan kawasan, seperti :
       1. memotong, memindahkan, merusak atau menghilangkan tanda batas kawasan, atau
       2. membawa alat yang lazim digunakan untuk mengambil, mengangkut, menebang, membelah, merusak,            berburu, memusnahkan satwa dan tumbuhan ke dan dari dalam kawasan.

Pemanfaatan Suaka Margasatwa :
      1. penelitian dan pengembangan
      2. ilmu pengetahuan
      3. pendidikan
      4. wisata alam terbatas
      5. kegiatan penunjang budidaya.

Beberapa Suaka Margasatwa di Indonesia :
      1. Langkat barat dan langkat selatan di Sumatera Utara
      2. Kerumutan di Riau
      3. Berbak di Jambi
      4. Way Kambas di Lampung
      5. Pangandaran di Jawa Barat
      6. Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat [TEMPAT LAHIR SAYA]
      7. Ujung Kulon


ARTIKEL TENTANG HARIMAU SUMATERA

Harimau Sumatera

Harimau Sumatera hanya dapat ditemukan di Pulau Sumatera. Harimau Sumatera merupakan satu dari enam sub-spesies harimau yang masih bertahan hidup hingga saat ini dan termasuk dalam klasifikasi satwa kritis yang terancam punah (critically endangered) dalam daftar merah spesies terancam yang dirilis Lembaga Konservasi Dunia IUCN. Populasi liar diperkirakan antara 400-500 ekor, terutama hidup di Taman-taman nasional di Sumatra. Uji genetik mutakhir telah mengungkapkan tanda-tanda genetik yang unik, yang menandakan bahwa subspesies ini mungkin berkembang menjadi spesies terpisah, bila berhasil lestari.


Ciri-ciri
Harimau Sumatera adalah subspesies harimau terkecil. Harimau Sumatera mempunyai warna paling gelap di antara semua subspesies harimau lainnya, pola hitamnya berukuran lebar dan jaraknya rapat kadang kala dempet. Harimau Sumatra jantan memiliki panjang rata-rata 250cm dari kepala ke buntut dengan berat 140kg, sedangkan tinggi dari jantan dewasa dapat mencapai 60cm. Betinanya rata-rata memiliki panjang sekitar 198cm dan berat sekitar 91kg. 
  Belang Harimau Sumatera lebih tipis daripada subspesies harimau lain. Harimau Sumatera memiliki warna mulai dari kuning kemerah-merahan hingga oranye tua. Subspesies ini juga punya lebih banyak janggut serta surai dibandingkan subspesies lain, terutama harimau jantan. Ukurannya yang kecil memudahkannya menjelajahi rimba.  

Harimau Sumatera memiliki selaput di sela-sela jarinya yang menjadikan mereka mampu berenang cepat. Harimau ini diketahui menyudutkan mangsanya ke air, terutama bila binatang buruan tersebut lambat berenang. Bulunya berubah warna menjadi hijau gelap ketika melahirkan


Habitat
Harimau Sumatera hanya ditemukan di pulau Sumatera. Harimau ini mampu hidup di manapun, dari hutan dataran rendah sampai hutan pegunungan, dan tinggal di banyak tempat yang tak terlindungi. Hanya sekitar 400 ekor tinggal di cagar alam dan taman nasional, dan sisanya tersebar di daerah-daerah lain yang ditebang untuk pertanian, juga terdapat lebih kurang 250 ekor lagi yang

dipelihara di kebun binatang di seluruh dunia. Harimau Sumatera mengalami ancaman kehilangan habitat karena daerah sebarannya seperti blok-blok hutan dataran rendah, lahan gambut dan hutan hujan pegunungan terancam pembukaan hutan untuk lahan pertanian dan perkebunan
komersial, juga perambahan oleh aktivitas pembalakan dan pembangunan jalan. Karena habitat yang semakin sempit dan berkurang, maka harimau terpaksa memasuki wilayah yang lebih dekat dengan manusia, dan seringkali mereka dibunuh dan ditangkap karena tersesat memasuki daerah pedesaan atau akibat perjumpaan yang tanpa sengaja dengan manusia.

Upaya Konservasi Harimau Sumatera

Perdagangan bagian tubuh Harimau di Indonesia adalah perbuatan kriminal, karena melanggar Undang-undang (UU)nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Agar Harimau sumatera tidak mengalami kepunahan, maka perlu dilakukan

konservasi hewan secara in situ  maupun ex situ. Berikut adalah pelestarian Harimau Sumatera secara in situ dan ex situ.
Secara in situ :
a. Harimau Sumatra di Taman Nasional Gunung Leuser.
b. Harimau Sumatra di Taman Nasional Kerinci Sabrat.
c. Harimau Sumatra di Taman Nasional Berbak. dll.
        Secara ex situ :
a. Harimau Sumatra di Gembira Loka.
b. Harimau Sumatra di Kebun Binatang Ragunan.
c. Harimau Sumatra di Taman Safari, Bogor.dll.